Sabtu, 28 Februari 2026

Gw Punya Rekan Kerja Muka Dua

Dear...

Gw mau cerita kalau dikerjaan.
Gw Punya Rekan Kerja Muka Dua.
Di depan manis banget kayak gula biang.
Tapi di belakang dia jahat, busuk kayak bangkai.

Idih jijik saya sama orang kayak begitu.
Ketika bersama saya ngomongin si A.
Ketika bersama si A. Dia ngomongin saya mungkin.


Dasar Ular.

Umurnya masih muda tapi mukanya kayak tante-tante. Bahkan Tante gw aja mukanya nggak setua itu.
Masa mukanya putih banget lebih putih dari tembok rumah gw.
Kulit manusia mah wajarnya coklat.
Lah ini putih kayak tepung serba salah, eh serba guna.

Sukanya membanding bandingkan sama orang lain.
Katanya "aku kalau sama si A gemukan siapa" ya saya jawab aja "emang gemukan si A" tapi dalam hati saya ngomong "kalo tinggi ya tinggian si A" jadi kalau gemukan dia ya wajar aja orang tinggi juga tinggian dia.

Sekian curhatan gw kali ini.

Rabu, 18 Februari 2026

Kamus Duit Dari Bahasa Hokkian

Panduan sederhana untuk warga luar daerah, jangan sampe bingung kalau ke daerah yang pake bahasa pengganti yang begini. Apalagi yang kerjanya berdagang, jangan bingung lagi kalau pembeli nyebut uang dengan nominal bahasa begini. Sederhana dan gampang diingat kok.



Kamis, 12 Februari 2026

Saya Pengen Belanja Tapi

Tapi...
Saya nggak mau menghambur hamburkan uang.
Mengingat gaji saya yang nggak seperti waktu itu.
Karena bulan ini jarang ada lemburan.
Bingung ngatur nyam
Banyak banget yang pengen dibeli.
-Ya Tongsis.
-Ya susu entrasol saset. ✔️
-Ya sabun cuci muka.✔️
-Ya wadah sabun cair.✔️
- Ya bedak.,✔️
- Ya masker✔️
-  Ya banyak lah ya pokoknya.

Senin, 09 Februari 2026

Jadilah Orang Baik Tanpa Pencitraan



Sumber : Facebook 




Ada masa ketika seseorang terlalu sibuk menjelaskan dirinya sendiri. Setiap langkah harus diterangkan, setiap sikap harus dibela, seolah nilai diri bergantung pada pengakuan orang lain. Padahal semakin sering seseorang membenarkan diri, semakin terlihat kegelisahannya. Bukan karena ia salah, tapi karena ia menaruh harga dirinya di luar, pada tepuk tangan yang tidak pernah benar-benar kenyang.

KH. Maimoen Zubair mengingatkan dengan sederhana: kebenaran yang lahir dari hati tidak membutuhkan banyak suara. Perilaku yang jujur akan menemukan jalannya sendiri. Orang mungkin tidak langsung memuji, bahkan bisa salah paham. Tapi waktu punya caranya sendiri untuk memilah mana yang tulus dan mana yang sekadar pencitraan. Dalam keheningan sikap yang konsisten, wibawa justru tumbuh pelan-pelan.

Diam di sini bukan berarti pasrah atau lemah. Diam adalah pilihan orang yang tidak lagi tergesa ingin terlihat benar. Ia berjalan, bekerja, dan bersikap apa adanya. Ketika perbuatan selaras dengan hati, penjelasan menjadi tidak penting. Dan pada titik itu, hormat datang bukan karena diminta, tapi karena memang pantas diberikan.

Jujur Adalah Mata Uang Yang Berlaku Dimana mana


Sumber : Facebook 
Nama akun: Benuasabda.




Kejujuran sering kali datang dengan harga yang tidak murah: kesepian. Dalam dunia yang gemar pada basa-basi dan kepalsuan yang saling menguntungkan, bersikap jujur terasa seperti menolak aturan tak tertulis. Tidak semua orang siap menerima kebenaran apa adanya, apalagi jika kebenaran itu mengganggu kenyamanan atau citra diri. Maka wajar jika kejujuran justru menyusutkan lingkar pertemanan, menyisakan ruang yang lebih sunyi.

Namun di ruang yang menyempit itulah kualitas mulai menggantikan kuantitas. Teman yang bertahan bukan mereka yang membutuhkan topeng, melainkan mereka yang menghargai keutuhan diri. Kejujuran menjadi semacam penyaring alami, memisahkan relasi yang dibangun atas kepentingan dari hubungan yang tumbuh dari saling percaya. Pertemanan semacam ini mungkin tidak ramai, tetapi lebih kokoh karena tidak bergantung pada kepura-puraan.

Pada akhirnya, memiliki sedikit teman yang tepat jauh lebih menenangkan daripada dikelilingi banyak orang yang tidak benar-benar mengenal kita. Kejujuran memberi ruang bagi hubungan yang dewasa, di mana perbedaan bisa dibicarakan tanpa takut ditinggalkan. Ia tidak menjanjikan popularitas, tetapi menawarkan sesuatu yang lebih langka: rasa aman untuk menjadi diri sendiri.

Hemat Pangkal Kaya

Banyak orang ingin punya penghasilan besar, tapi belum bisa mengelola uang yang kecil. Mereka mudah tergoda, sulit menabung, dan sering kali tidak sadar ke mana uangnya pergi. Padahal, kemampuan mengatur uang bukan muncul tiba-tiba saat gajimu naik — ia terbentuk dari kebiasaan kecil sejak sekarang.

Orang yang bisa mengelola uang kecil biasanya punya pola pikir yang sama saat nanti punya uang besar: tahu prioritas, tidak impulsif, dan sadar nilai dari setiap rupiah. Sebaliknya, orang yang boros dengan uang kecil sering kali tetap boros meski penghasilannya meningkat.

Berikut tujuh kebiasaan sederhana yang bisa kamu mulai hari ini untuk melatih disiplin finansial — agar kamu siap saat nanti memegang uang lebih besar.

1. Catat setiap pengeluaran, sekecil apa pun.

Kebanyakan orang kehilangan kendali finansial bukan karena pengeluaran besar, tapi karena pengeluaran kecil yang tidak terasa. Jajan kopi, ongkir, atau langganan aplikasi sering kali tampak sepele — tapi kalau dijumlahkan, bisa jadi beban bulanan yang besar.

Mulailah dengan mencatat setiap pengeluaran harian, bahkan yang hanya beberapa ribu rupiah. Dari sana kamu akan lebih sadar pola keborosanmu, dan kesadaran itu adalah langkah pertama menuju perubahan.

2. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Sering kali kita membeli sesuatu bukan karena butuh, tapi karena ingin. Perasaan ingin ini cepat muncul ketika lelah, stres, atau terpengaruh media sosial.

Cobalah berhenti sejenak sebelum membeli. Tanyakan pada diri sendiri: “Aku benar-benar butuh ini, atau hanya ingin merasa lebih baik sesaat?” Kebiasaan sederhana ini melatihmu berpikir panjang sebelum mengeluarkan uang.

3. Biasakan menabung, meski jumlahnya kecil.

Banyak orang menunda menabung dengan alasan penghasilan masih kecil. Padahal, disiplin menabung bukan soal jumlah, tapi soal kebiasaan.

Sisihkan sebagian dari setiap pendapatan — bahkan Rp10.000 sehari — dan anggap itu sebagai “latihan tanggung jawab.” Saat nanti kamu punya uang besar, refleks menyisihkan itu sudah otomatis terbentuk.

4. Belajar berkata “tidak” pada godaan.

Disiplin finansial tidak selalu berarti pelit, tapi tahu kapan harus menolak. Terkadang kamu perlu menolak ajakan nongkrong, promo diskon, atau keinginan impulsif untuk terlihat keren.

Belajar berkata tidak bukan bentuk kekurangan, tapi tanda kamu tahu apa yang sedang kamu kejar. Orang yang mampu menunda kesenangan kecil hari ini, biasanya sedang menyiapkan kebebasan besar di masa depan.

5. Gunakan uang untuk hal yang menambah nilai diri.

Alih-alih menghabiskan uang hanya untuk hiburan sesaat, cobalah alokasikan sebagian untuk belajar, membaca, atau memperluas wawasan.

Uang yang kamu gunakan untuk menumbuhkan dirimu akan kembali berkali lipat — entah dalam bentuk peluang, jaringan, atau kemampuan baru. Itulah investasi paling aman dan paling pasti.

6. Jangan merasa minder dengan hidup sederhana.

Banyak orang terjebak dalam tekanan sosial untuk terlihat sukses, padahal mereka belum siap secara finansial. Mereka membeli barang mahal bukan karena mampu, tapi karena ingin dianggap mampu.

Sederhana bukan berarti gagal. Justru, hidup sederhana adalah tanda kamu tahu ritme dan kapasitasmu sendiri. Kesadaran ini adalah fondasi orang yang siap naik kelas tanpa kehilangan arah.

7. Evaluasi keuanganmu secara rutin.

Disiplin finansial bukan hanya tentang menahan diri, tapi juga tentang refleksi. Setiap akhir bulan, luangkan waktu 15 menit untuk meninjau pengeluaranmu: apa yang perlu dikurangi, apa yang bisa diperbaiki, dan apa yang sudah berjalan baik.

Konsistensi evaluasi kecil ini membangun kepekaan finansial. Dari sana, kamu akan tahu kapan waktunya berkembang — bukan hanya secara materi, tapi juga secara mental.

______
Kedisiplinan finansial bukan muncul dari keberuntungan, tapi dari kebiasaan sadar setiap hari. Orang yang bisa menjaga uang kecil dengan hati-hati sedang melatih dirinya untuk bertanggung jawab atas hal yang lebih besar.

Kamu tidak perlu menunggu kaya untuk belajar mengelola uang. Mulailah dari apa yang kamu punya sekarang — karena cara kamu memperlakukan uang kecil adalah cermin bagaimana kamu akan memperlakukan uang besar nanti.

Makanan dan Minuman Favorit Saya

1. Sambal Goreng Kacang Tunggak.
2. Combro
3. Sayur Gembus.
4. Rujak Uleg
5. Rujak kangkung bumbu kacang. 🥜 
6. Terong ungu 🍆 balado
7. Bakso Kuah isi urat atau isi Mercon.

Sabtu, 07 Februari 2026

Latihan Mental Agar Berubah Lebih Baik





Banyak orang ingin karakternya berubah: lebih kuat, lebih tenang, lebih dewasa. Namun mereka sering mencari cara instan—seminar singkat, kutipan motivasi, atau dorongan emosional sesaat. Padahal karakter tidak dibentuk oleh momen besar, melainkan oleh latihan mental kecil yang dilakukan berulang, sering kali tanpa disadari.

Karakter sejati tidak berubah saat hidup mudah, tapi saat seseorang melatih cara berpikir dan merespons keadaan sehari-hari. Orang dewasa memahami bahwa karakter bukan hasil niat baik, melainkan hasil latihan mental yang konsisten, senyap, dan kadang tidak nyaman.

1. Melatih Diri Menunda Reaksi

Reaksi spontan sering lahir dari emosi mentah. Marah, defensif, atau impulsif muncul tanpa jeda berpikir.

Orang dewasa melatih satu kebiasaan sederhana: berhenti sejenak sebelum merespons. Jeda kecil ini, jika diulang, membentuk karakter yang lebih tenang, terkontrol, dan matang dalam mengambil sikap.

2. Melatih Diri Tetap Bertindak Meski Mood Tidak Mendukung

Banyak orang hanya bergerak saat perasaan mendukung. Saat mood turun, disiplin ikut hilang.

Orang dewasa melatih dirinya bertindak meski tidak ingin. Bukan dengan memaksa berlebihan, tapi dengan tetap melakukan versi minimum. Dari sinilah karakter tangguh terbentuk—bukan dari hari mudah, tapi dari hari berat.

3. Melatih Tanggung Jawab atas Pilihan Sendiri

Menyalahkan keadaan terasa lebih ringan daripada mengakui peran diri sendiri. Namun kebiasaan ini merusak karakter.

Orang dewasa melatih mental bertanggung jawab. Ia berhenti mencari kambing hitam dan mulai bertanya, “Bagian mana yang bisa aku perbaiki?” Latihan ini perlahan membentuk karakter yang kuat dan berdaya.

4. Melatih Konsistensi pada Hal Kecil

Karakter tidak diuji pada keputusan besar yang jarang terjadi, tapi pada kebiasaan kecil yang diulang setiap hari.

Orang dewasa melatih konsistensi pada hal sepele: datang tepat waktu, menyelesaikan tugas kecil, menepati janji sederhana. Dari pengulangan inilah karakter dapat dipercaya terbentuk.

5. Melatih Diri Tidak Selalu Mencari Validasi

Ketergantungan pada pujian membuat karakter rapuh. Saat validasi hilang, arah hidup ikut goyah.

Orang dewasa melatih diri bekerja tanpa tepuk tangan. Ia membiasakan diri tetap konsisten meski tidak dilihat. Latihan ini membentuk karakter yang mandiri dan kokoh dari dalam.

6. Melatih Kesabaran terhadap Proses Lambat

Banyak orang kehilangan arah karena tidak sabar. Mereka ingin hasil cepat, lalu frustrasi saat progres terasa lambat.

Orang dewasa melatih kesabaran sebagai latihan mental. Ia tetap hadir dalam proses, meski hasil belum terlihat. Dari sinilah karakter tahan banting dan stabil terbentuk.

7. Melatih Kejujuran pada Diri Sendiri

Bohong pada diri sendiri terasa aman, tapi menghentikan pertumbuhan. Menghindari refleksi membuat kesalahan terus diulang.

Orang dewasa melatih kejujuran internal. Ia berani mengakui kelemahan, kebiasaan buruk, dan pola yang salah. Kejujuran ini adalah fondasi karakter yang matang dan bertumbuh.

__________

Karakter tidak berubah lewat deklarasi besar, tapi lewat latihan mental kecil yang diulang setiap hari. Menunda reaksi, bertindak tanpa mood, konsisten pada hal sepele, dan jujur pada diri sendiri—semua itu membentuk karakter secara diam-diam. Orang dewasa memahami bahwa siapa dirimu hari ini adalah hasil dari latihan mental yang kamu lakukan kemarin. Dan siapa dirimu esok hari ditentukan oleh latihan yang kamu pilih mulai hari ini.

Amit-Amit Gw Beli Bukan Ngemis

Deket rumah gw ada Toserba lah dibilang.
Tapi yang jual nggak ramah sama sekali.
Gw beli ya bukan ngemis, kalo nggak karena disuruh sama Mbah gw, males gw juga beli disitu.

Pantesan katanya karyawan disitu nggak ada yang betah.
Orang begitu modelan bos nya.

Enakan beli di Alfamart atau nggak di Indomaret sekalian.
Ramah-ramah pelayan nya.

Dikira warung situ doang.
Beli kayak apaan aja. Orang gw juga beli bayar, emang ngutang.


Gw Punya Rekan Aneh

Masa Sirik Sama Gw

Sukanya Kepo sama gw.
Tapi abis itu nyinyir in gw dibelakang.
Padahal dia anak kuliahan.
Harusnya secara attitude lebih ok dia.
Tapi nggak jaminan sih, orang kuliahan atau enggak. Kalo hatinya busuk ya tetep aja busuk.

Jahat orangnya.
Nggak tau dia sukanya bersikap aneh sama gw.
Padahal gw nggak ada masalah sama itu orang.
Masih muda tapi hatinya udah dipenuhi sama sifat dengki.

Kalo emang merasa kesaing ya jadilah kaya gw. 
Bikin vlog, supaya subscriber Lo sama kayak gw.

Dia iri sama gw kayaknya gara-gara gw pernah cerita sama orang lain dan dia nguping, kalo subscriber gw udah 500.

Kadang orang sok baik, kadang jahat, aneh. Tapi tetep gw nggak respek sama dia. Gw ngobrol karena kita satu kerjaan aja. Selebihnya mah b aja.

Nggak mau gw deket-deket sama orang kayak gitu.

Jangan Asal Pakai Cincin

Jangan Asal Pakai Cincin.










Jumat, 06 Februari 2026

Jangan Asal Pakai Cincin

Jangan Asal Pakai Cincin.










Cara Berkelas Menjadi Misterius Dan Disegani

Sumber : Facebook.
Nama akun : Kasih Tulus 





Orang yang paling menarik bukanlah yang paling banyak bicara, tapi yang mampu membuat orang lain bertanya-tanya. Di dunia yang penuh kebisingan ini, misterius justru jadi bentuk kekuatan baru. Bukan karena kamu menutup diri, tapi karena kamu tahu kapan harus bicara dan kapan cukup diam. Banyak orang salah kaprah: mengira disegani berarti harus terlihat kuat, padahal rahasianya justru ada pada kendali diri dan cara menyimpan sebagian sisi dirimu dari pandangan publik.

Menariknya, penelitian psikologi sosial menyebut bahwa ketidakpastian dalam diri seseorang memicu rasa penasaran dan rasa hormat sekaligus. Orang misterius dianggap lebih “bernilai” karena tidak mudah ditebak. Itu sebabnya, banyak tokoh besar — dari pemimpin, seniman, hingga entrepreneur — memancarkan aura misterius yang membuat orang ingin tahu lebih banyak. Tapi tentu saja, menjadi misterius bukan berarti sok dingin. Ada seni dan kecerdasan sosial di dalamnya.

Berikut tujuh cara berkelas untuk jadi misterius sekaligus disegani, tanpa kehilangan kehangatan manusiawi.

1. Jangan ceritakan semua hal tentang dirimu

Semakin kamu terbuka tanpa batas, semakin kecil nilai “rasa penasaran” orang terhadapmu. Misterius bukan berarti tertutup, tapi tahu batas antara berbagi dan membocorkan. Orang yang terlalu banyak bercerita sering kehilangan wibawa karena tak menyisakan ruang imajinasi. Contohnya di dunia kerja, rekan yang jarang membicarakan urusan pribadinya justru lebih dihormati. Mereka dinilai fokus, profesional, dan matang secara emosi.

Sementara itu, mereka yang pandai menjaga privasi bukan hanya tampak bijak, tapi juga memancarkan kesan eksklusif. Seolah hidup mereka menarik tapi tidak bisa diakses semua orang. Itulah seni menciptakan daya tarik tanpa harus berusaha keras.

2. Pahami kekuatan diam

Diam bukan tanda lemah, tapi bukti kamu mampu mengendalikan diri. Dalam banyak situasi sosial, orang yang cepat menanggapi dianggap emosional. Tapi yang tenang, memilih waktu dan kata dengan hati-hati, justru terlihat dominan tanpa perlu bersuara keras. Misalnya saat konflik, orang yang menanggapi dengan tenang membuat lawan bicaranya merasa tak bisa membaca pikirannya — efeknya, mereka lebih hati-hati.

Ketika kamu belajar tenang dalam percakapan, kamu sedang membangun wibawa. Energi misterius sering lahir dari ketenangan yang penuh kendali. Orang akan menghargai kamu bukan karena kata-katamu banyak, tapi karena setiap kalimatmu terasa punya bobot.

3. Tampil sederhana tapi selalu rapi

Penampilan adalah bahasa nonverbal yang paling jujur. Orang misterius cenderung berpakaian dengan gaya yang tidak mencolok tapi berkarakter. Mereka tahu bagaimana menampilkan versi terbaik dirinya tanpa perlu berlebihan. Lihat saja tokoh-tokoh yang berwibawa — pakaian mereka sering minimalis, tapi terlihat “mahal” karena penuh percaya diri.

Sederhana bukan berarti biasa. Justru dari kesederhanaan yang berkelas, orang melihatmu punya selera, disiplin, dan tidak perlu pengakuan. Saat kamu memancarkan ketenangan lewat penampilan, orang otomatis menaruh hormat bahkan sebelum kamu bicara.

4. Bicara seperlunya, tapi selalu berbobot

Kalimat yang singkat tapi tepat bisa lebih kuat daripada paragraf panjang tanpa makna. Orang misterius selalu membuat orang lain menunggu kata-katanya, bukan karena pelit bicara, tapi karena mereka tahu kapan sesuatu layak dikatakan. Dalam dunia profesional maupun personal, orang seperti ini memancarkan rasa hormat dan kepercayaan diri alami.

Gunakan bahasa yang tenang dan jelas, hindari debat tak perlu. Semakin kamu pandai menahan diri dari komentar impulsif, semakin kamu disegani. Bahkan di era digital, seseorang yang jarang update tapi selalu relevan ketika berbicara akan lebih menarik dari mereka yang terus berisik.

5. Jangan bereaksi berlebihan terhadap pujian atau kritik

Respon yang ekstrem — entah senang berlebihan saat dipuji, atau defensif ketika dikritik — menunjukkan ego yang belum matang. Orang misterius tahu cara menjaga ekspresinya tetap netral tanpa kehilangan ketulusan. Saat orang lain bingung membaca reaksimu, justru di situlah daya tariknya muncul.

Misalnya, ketika kamu dipuji, cukup ucapkan “terima kasih” dan lanjutkan tanpa drama. Saat dikritik, cukup tersenyum dan dengarkan. Sikap ini menunjukkan kamu tidak mudah digoyahkan oleh opini luar, dan secara tak sadar, orang lain akan menghargaimu lebih dalam.

6. Kendalikan gestur tubuh dan tatapan mata

Bahasa tubuh adalah cermin jiwa. Orang misterius biasanya punya gestur yang tenang, postur tegap, dan tatapan mata yang tidak mudah goyah. Tatapan mata yang tenang dan langsung sering kali membuat orang lain gugup, tapi sekaligus menimbulkan rasa hormat.

Coba perhatikan, pemimpin besar jarang terlihat gelisah. Mereka tidak banyak bergerak tanpa arah. Semakin sedikit gerakan tak perlu, semakin besar aura tenang yang terpancar. Kamu bisa melatihnya dengan menyadari gerak tubuhmu setiap kali berbicara.

7. Pelihara sisi yang tidak diketahui orang lain

Setiap orang perlu punya ruang privat yang tidak semua orang tahu. Entah itu hobi, proyek pribadi, atau sisi emosional yang kamu simpan untuk diri sendiri. Orang yang seluruh hidupnya terbuka di depan publik justru kehilangan kedalaman. Sebaliknya, menyimpan sebagian dirimu membuat kamu terasa “penuh” dan sulit ditebak.

Menjadi misterius adalah tentang keseimbangan antara transparansi dan kontrol diri. Kamu tidak sedang membangun topeng, tapi sedang menjaga harga dirimu agar tidak habis dibongkar orang lain.

Di zaman yang terlalu banyak bicara, orang misterius adalah oase. Mereka tidak bersembunyi, tapi tahu nilai dari sunyi. Jika kamu ingin membangun karisma tanpa berpura-pura, mulailah dari cara kamu berbicara, bereaksi, dan menjaga diri. Karena pada akhirnya, misterius bukan tentang menyembunyikan, tapi tentang memegang kendali atas apa yang pantas dibagikan.

Bagaimana menurutmu, seberapa penting menurutmu jadi pribadi yang misterius di dunia yang serba terbuka ini? Tulis di kolom komentar dan bagikan kalau kamu merasa banyak orang perlu membaca ini.

Di Line 17 yang baik sama gw.

Gw respek sama orang yang juga respek sama gw.
Dan inilah menurut gw orang-orang yang baik sama gw.

Mba Nisa Kolar
Mba Milkatun
Mba Sisil
Mba Hanum
Mba Anah
Mba Intan
Mba QC Nadila.
Syauqi : bahkan dia suka ngelike postingan di ig gw.

Rabu, 04 Februari 2026

Biskuit Togo

Biskuit Togo





Togo
Biskuit coklat dengan krim coklat.
Harganya 10 ribu rupiah beli di Alfamart Desa Penusupan Tegal Jawa Tengah Indonesia.
Tahun pembelian : 2026
Berat Bersih 128 gram.


Diproduksi oleh: 
PT. SERENA INDOPANGAN INDUSTRI.
Bogor 16911- Indonesia.

Find : "Serena Land" di Facebook.

Jajanan dari saya kecil sampai sekarang masih awet diproduksi.

Alhamdulillah subscriber saya sudah 600



Alhamdulillah ya Allah subscriber saya ditahun 2026 sudah 600 akun.

Semoga bisa tembus 1000 supaya bisa diajukan monetisasi dan bisa mendapatkan uang. Aamiin ya Allah 🤲🏻 🙂 

Kira-kira bikin konten apa ya, yang banyak orang suka?
Saya masih malu-malu dalam membuat konten. Belum berani. Belum PD dalam menyampaikan narasi.
Masih banyak belajar, saya butuh pembimbing tapi siapa ya yang mau ngajarin saya cara bikin konten yang berkualitas bagus. Supaya banyak yang nonton, tanpa ada unsur negatif.
Konten yang edukatif, yang mendidik.
Yang orang kalo nonton konten saya jadi nostalgia.
Dan men subscribe channel YouTube saya jadinya 😀👍🏻

Minggu, 01 Februari 2026

Belum apa-apa udah nge cut gw

Yah begitulah kalau orang yang nggak berpikir dulu sebelum bertindak.
Belum juga kenal langsung di skakmat.
Sekarang giliran saya cuekin.
Eh dia sendiri yang sukanya cari-cari alasan supaya diperhatikan sama saya.
Caper nya udah nggak guna lagi buat saya.
Saya udah terlanjur ilfil alias ilang feeling.
Sok iye.
Sampai kapan pun saya nggak akan pernah buka lagi sw situ.
Cuih..
CTA
Cukup Tau Aja.

Akibat Wifi Lemot

Sumber : Rakon TV


Pelajaran buat orang tua: Jangan kasih HP ke anak tanpa pengawasan, atau rumahmu bakal jadi pangkalan ojek dadakan.

Kejadian kocak di Filipina. Seorang bocah perempuan 7 tahun mau memesan fillet ayam goreng lewat aplikasi FoodPanda.
Koneksi internet saat itu lemot parah. Karena merasa aplikasinya "ngelag" dan pesanan gak masuk-masuk, si bocah memencet tombol "Order" berkali-kali dengan emosi.

Ternyata... SEMUA pencetan itu masuk!

Setengah jam kemudian, warga sekampung heboh.
Satu per satu motor kurir datang. Total ada 42 KURIR** antre di jalan sempit depan rumahnya, semuanya membawa paket ayam goreng yang sama!

Orang tuanya syok berat melihat tagihan. Untungnya, para tetangga yang baik hati akhirnya bergotong royong membeli kelebihan 41 paket ayam itu agar para kurir tidak rugi.

baru awal bulan februari 2026

Udeh ada lagi aja orang yang mau ngutang sama saya 
Buat kondangan katanya.
Ya bukan urusan saya, nggak banyak katanya.
Cuma 50 ribu, udah kepotangan soalnya katanya.
Yah nggak tau saya ya, emang saya kerja buat ngutang-ngutangin orang.
Saya harus bisa jadi orang ya tegaan.

Daripada nanti saya nggak enak pas nagih nya.
Mending dari sekarang saya tolak.
Itu uang saya, gak saya.
Kalo dia marah ya dia salah.
Orang-orang sama-sama belum gajian ya sama-sama nggak punya duit lah.
Lagian kalau pun ada nggak akan saya pinjamin berapa pun nominalnya.
Nanti jadi kebiasaan.

Pinjem aja sana sama paylater.
Atau nggak sama pinjol.

Teh tubruk khas Slawi tegal

Kerja di Pabrik

Sumber : Elola Layla Buat yang sedang berjuang cari kerja di pabrik, mungkin kamu pernah merasakan ini… Masuk kerja di pabrik itu tidak semu...